Beranda » » Petir pun Bertasbih Memuji-NYA

Petir pun Bertasbih Memuji-NYA

Ditulis oleh Wawan Se pada Friday, December 12, 2014 | Friday, December 12, 2014

petir

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Mari ber-Tafakkur!!!
Saat kita merenungi semua hal yang ada dan telah ALLAH ciptakan untuk manusia, dari hal terbesar sampai terkecil, dari hal-hal indah yang kita sukai sampai hal-hal indah juga yang meski tak begitu kita sukai, seperti petir ini, indah namun cukup menegangkan saat ditampakkan tentang dirinya. Dari petir, kita dapat memahami bahwa semua peristiwa alam ini adalah sesuatu hal yang menakjubkan, merupakan bukti tanda-tanda kebesaran dan kemahakuasaan ALLAH.

Lihatlah bagaimana sebuah kekuatan besar nan luar biasa semacam itu dapat muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa ALLAH Maha Mengetahui bahwa petir ini diciptakan tanpa maksud. Kenyataannya bahwa molekul-molekul nitrogen yang ada pada petir tersebut sangat penting untuk tumbuhan, dan munculnya petir membuktikan bahwa ia diciptakan dengan suatu kearifan khusus.

ALLAH secara khusus memberitahukan pelajaran kepada kita tentang petir ini dalam al-Qur’an. Arti surat Ar Ra’d yang merupakan salah satu surat dalam kitab ALLAH, sesungguhnya adalah “Guruh”. ALLAH memberitahu bahwa guntur dibentuk oleh kilat yang bertasbih memuji-NYA :

DiA-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan DIA mengadakan awan mendung. Dan guntur itu bertasbih dengan memuji ALLAH, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-NYA, dan ALLAH melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang DIA kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang ALLAH, dan DIA-lah Rabb Yang Maha keras siksa-NyA.” (QS. al-Ra’d: 12-13)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “ALLAH Ta’ala mengabarkan bahwa DIA-lah yang menundukkan kilat, yaitu cahaya terang mengkilat yang terlihat keluar dari celah-celah awan.” Sedangkan maksud Khaufa wa Thama’a (ketakutan dan harapan), menurut Qatadah, “Ketakutan adalah untuk orang bepergian yang takut tertimpa bahaya dari kilat itu dan kesulitan yang ditimbulkannya. Sedang harapan adalah untuk orang mu’min yang berharap berkah dan manfaatnya serta mengharap rezki ALLAH.”

ALLAH telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib ber-tasyakkur dan ber-tafakkur, sertamen-Tadabburi-nya, sehingga dapat ber-taqarrub dan taubatan Nasuuha. Petir yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada ALLAH semakin bertambah dan yang dikirim oleh-NYA untuk tujuan tertentu sebagaimana yang DIA kehendaki.

Readers-fillaah, taukah kamu???
“Petir itu bisa menyambar seorang mu’min ataupun kafir, tapi tak bisa menyambar orang yg tengah berdzikir” (Muhammad Al Hanafiyyah). Jadi pada saat kita melihat kilatan petir menghias langit dan mendengar guntur menggelegar maka bertasbihlah dan berdoa kepada ALLAH dengan memohon keselamatan kepada-NYA dari sambaran petir!!!

Diriwayatkan dari Amir bin Abdullah bin al-Zubair, jika ia mendengar guntur, maka ia berhenti berbicara, lalu membaca:

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

subhanalladzii yusabbihur ra’du bihamidihi wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci ALLAH yang mana guruh ini mentasbihkan-NYA beserta memuji-NYA dan juga para malaikat mentasbihkan-Nya karena takut kepada-NYA.”

Kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya Guntur itu adalah ancaman yang keras bagi penduduk bumi.” (HR. Malik dalam al-Muwatha’ dan Imam al-Bukhari dalam kitab al-Adab al-Mufrad, no. 724)

Terdapat sebuah riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendengar guntur dan petir, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

ya ALLAH, janganlah Engkau membunuh kami dengan kemurkaan-MU, jangan hancurkan kami dengan siksa-MU, dan berilah kami kesehatan sebelum itu.” (HR. Al-Tirmidzi, Ahmad, Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, al-Nasai dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah, dan al-Hakim dalam Mustadraknya)



Bacaan Berikutnya :
http://kompasnia.blogspot.com



Bagikan Artikel :

0 comments:

Post a Comment

kalo comen yang baik baik saja

 
Support : Creating Website | KompasNia | Wawan Se
Copyright © 2011-2016. BACAAN UNIK All Rights Reserved