Beranda » » Ini Alasan Kenapa Orang Kafir Juga Akan Dihisab

Ini Alasan Kenapa Orang Kafir Juga Akan Dihisab

Ditulis oleh Wawan Se pada Monday, September 22, 2014 | Monday, September 22, 2014

hisab
DALAM hadis disebutkan,“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali yang ikhlas dan dilakukan hanya karena-Nya,” (HR. An-Nasai)

Dalam hadis Shahih juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengabarkan bahwa orang kafir diberi rezeki di dunia ini karena kebaikannya. Dalam shahih Muslim dan Musnad Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melalimi kebaikan seorang mukmin.

Karena kebaikannya itu, ia diberi nikmat di dunia (dalam suatu riwayat: atas kebaikannya itu ia diberi rezeki di dunia) dan mendapat balasannya di akhirat. Adapun orang kafir, karena kebaikan yang telah dilakukannya, ia diberi nikmat oleh Allah di dunia, hingga setelah sampai di akhirat, ia tidak lagi memiliki kebaikan yang perlu dibalas.

Nas-nas sebelumnya menunjukan bahwa orang kafir akan ditanya,namun bagaimana dengan nas-nas yang seolah-olah menunjukansebalikny, seperti firmanAllah SWTDan tidak ditanya lagi kepada orang-orang berdosa tentang dosa-dosa mereka.Pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

Inilah hari mereka tidak bicara, dan mereka tidakdizinkan untuk berdalihTidak ada pertentangan antara nas-nas ini dengan nas-nas sebelumnya. Para ulamatelah menyelaraskan nas-nas tersebut denganberbagai jawaban:

Pertama, Orang kafir tidak ditanya dengan baik-baik dan ramah, tetapi ditanya dengan pertanyaan celaan dan kecaman: mengapa kamu melakukan ini dan itu?! Begitulah pertanyaan kepada mereka. Allah tidak bertanya kepada mereka dengan pertanyaan yang mereka sukai. Tetapi Allah menghina dan mencela mereka.

Kedua, Mereka tidak ditanya dengan pertanyaan bersifat meminta keterangan, tetapi dengan pertanyaan yang bersifat menjatuhkan, sehingga kepada mereka dikatakan, “Mengapa kau lakukan ini?!” Al-Hasan dan Qatadah mengatakan, “Mereka tidak ditanya tentang dosa-dosa mereka, karena Allah telah merekamnya dan para malaikat telah mencatatnya.”

Ketiga, Mereka ditanya di tempat tertentu. Al-Qurtubi mengatakan di hari kiamat ada banyak tempat. Di suatu tempat ada pertanyaan dan pembicaraan, dan ditempat yang lainnya tidak.”As-Safarini mengatakan:Mereka ditanya di suatu tempat tertentu. Demikian diriwayatkan oleh Ikrimah dari Ibn ‘Abbas r.a. Manusia padahari kiamat mengalami berbagai keadaan, dan ayat-ayat itu menggambarkan keadaan yang banyak itu(dalam hal ini, keadaan ditanya dan keadaan tidak ditanya).

Oleh sebab itu, Imam Ahmad dalam jawabannya mengatakan, “Pertama kali dibangkitkan, para makhluk tidak bisa bicara selama enam puluh tahun dan mereka tidak diizinkan berdalih dalam mengemukakan alasan, kemudian mereka diizinkan berbicara, sehingga mereka berbicara. Itulah maksud firman Allah SWT, Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan beramal shaleh.Ketika mereka diizinkan berbicara, mereka berbicara dan bertengkar.

Firman Allah SWT, Kemudian kalian pada hari kiamat akan bertengkar dihadapan Tuhan kalian.” Pada waktu hisab dan pembalasan perbuatan lalim, kepada mereka dikatakan, “Janaganlah kalian bertengkar dihadapan-Ku. Aku telah sampaikan kepada kalian ancaman ini. Di dunia bahwa azab itu ada.”

Keempat, Al-Qurtubi mengatakan, makna firman Allah SWT, Dan tidak ditanya lagi kepadapendosa tentang dosa-dosa mereka,” adalah bahwa pada hari kiamat, para malaikat tidak perlu bertanya kepada seseorang “Apa agamamu?” “Apa yang kau perbuat di dunia?” untuk mengetahui orangitu mukmin atau kafir, tetapi cukup melihat penampilan mereka, karena orang mukmin berwajah cerah sedangkan orang kafir berwajah kelam.

[Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]

Bacaan Berikutnya :
http://kompasnia.blogspot.com



Bagikan Artikel :

0 comments:

Post a Comment

kalo comen yang baik baik saja

 
Support : Creating Website | KompasNia | Wawan Se
Copyright © 2011-2016. BACAAN UNIK All Rights Reserved