Beranda » , , » 4 Amalan Bid'ah pada BulanSya'ban

4 Amalan Bid'ah pada BulanSya'ban

Ditulis oleh Wawan Se pada Wednesday, July 23, 2014 | Wednesday, July 23, 2014

kaligrafi islam

KOMPASnia-Bulan Sya’ban mendapat perhatian Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak puasa dan tetap mengerjakan amal-amal kebaikan di dalamnya.Alasannya, karena kebanyakan manusia melalaikan bulan tersebut.

Alasan lainnya, karena amal hamba diangkat kepada Allah dalam satu tahunnya pada bulan tersebut. [Baca: Petunjuk Memperbanyak Puasa dan Amal Shalih di Bulan Sya'ban]
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radliyallahu 'anhuma berkata, "Aku bertanya, Wahai Rasulallah, Aku tidak pernah melihat Anda berpuasa pada bulan-bulan lain sebagaimana Anda berpuasa pada bulan Sya'ban?" Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِالْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Itu adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia yang berada di antara Rajab dan Ramadlan. Dia adalah bulan dinaikannya amal-amal perbuatan kepada Rabb semesta alam (Allah) dan aku senang ketika amalku dinaikkan aku dalam keadaan berpuasa."(HR. Al-Nasai dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

4 Amalan Bid'ah pada Bulan Sya'ban

Di samping puasa yang disyariatkandi atas, terdapat sejumlah amal-amal ibadah yang popular di sejumlah masyarakat muslim berkaitan dengan bulan Sya’ban ini.

Namun sayang, amal-amal tersebuttidak memiliki landasan yang kuat dari dalil-dalil shahih. Padahal asal ibadah kan haram, kecuali ada dalil yang menunjukkan perintahnya. Di antara amal-amal terebut.

1. Shalat al-Bara'ah, yaitu shalat seratus rakaat yang dikhususkan pelaksanaannya pada malam nishfu Sya'ban.

2. Shalat tujuh raka'at dengan niat untuk menolak bala' (bencana dan musibah), panjang umur, dan kecukupan sehingga tidak meminta-minta kepada manusia.

3. Membaca Surat Yaasin dan berdoa pada malam nishfu Sya'bandengan doa khusus,yaitu:
اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ، وَلاَ يمن عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ


4. Meyakini bahwa malam Nishfu Sya'ban adalah malam Lailatul Qadar.
Al-Syuqairi berkata, "Dia (pendapat itu) adalah batil berdasarkan kesepakatan para peneliti dari kalangan Muhadditsin."(Al-Sunan al-Mubtadi'ah, hal. 146)

Hal tersebut berdasarkan firman Allah Ta'ala,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ

"Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia….." (QS. Al-Baqarah: 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada Lailataul Qadar (malam kemuliaan)." (QS. Al-Qadar:1)
Dan malam Lailatul Qadar berada di Ramadlan, bukan di bulan Sya'ban.

http://kompasnia.blogspot.com




Bagikan Artikel :

0 comments:

Post a Comment

kalo comen yang baik baik saja

 
Support : Creating Website | KompasNia | Wawan Se
Copyright © 2011-2016. BACAAN UNIK All Rights Reserved