Beranda » » Mengubah Air Kotor Menjadi Air Bersih

Mengubah Air Kotor Menjadi Air Bersih

Ditulis oleh Wawan Se pada Monday, June 16, 2014 | Monday, June 16, 2014

http://kompasnia.blogspot.com

KOMPASnia- Saat bencana terjadi, kelangkaan air bersih tentunya menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran. Lalu bagaimana caranya mengolah air bersih yang terkena pencemaran? Dua pertiga dari berat tubuh manusia adalah air. Hal ini membuat manusia mampu bertahan hidup tanpa makananselama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari. Kondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih, takberwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari Penyakit yang mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya.Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti deterjen, pelarut, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawaorganik beracun biosidal varietas besar). Bahaya biologis dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti: 1.Diare 2.Infeksi cacing 3.Disentri (baik amuba dan bakteri) 4.Kolera 5.Masalah lambung 6.Penyakit tipus 7.Penyakit kuning Sedangkan bahaya kimia dapat menyebabkan masalah kesehatan sebagai berikut: 1.Infeksi kulit 2.Gangguan usus 3.Gangguan hati, tulang dan sistem peredaran darah, kelahiran anomali 4.Anemia, kerusakan sumsum tulang, leukemia 5.Kerusakan sistem saraf pusat 6.Masalah karsinogenik Bagaimana memurnikan air yang tercemar? Dilansir dariWebhealthcentre, Jumat (5/11/2010), pemurnian air yang banyakdilakukan ada tiga tahap, yaitu penyimpanan, filtrasi dan klorinasi. Tapi sepertinya tiga tahap ini belum cukup untuk benar-benar memurnikan air yang tercemar. Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi: 1. Penyaringan dan perebusan Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Proses ini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat. 2. Disinfeksi kimia Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur. 3. Bubuk pemutih Proses ini merupakan diklorinasi kapur.2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini.Bubuk pemutih merupakan senyawa tidak stabil dengan bau yang menyengat. Ketika senyawa ini terkena udara, cahaya atau kelembaban, maka senyawa ini akan cepat kehilangan kadar klorin, sehingga menjadi tidak efektif. 4. Tablet klorin Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil. Tablet klorin 'smarter' telah diperkenalkan baru-baru ini. Tablet klorin ini 15-20 kali lebih kuat dari tablethalogen. Satu pil 0.5 gms, cukup untuk mendisinfeksi 20 liter air. 5. Filter Ada beberapa jenis filter, antara lain filter keramik 'lilin' dan UV filter.Bagian utama dari sebuah filter keramik'lilin' ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.Alat UV filter umumnya terdiri dari prefilter, yaitu filter kotoran fisik. Kartrid karbon menghilangkan air dari kotoran organik yang berwarna, bau, bebas klorin dan lainnya. Sedangkan berkas sinar UV berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus.

sumber


Bagikan Artikel :

0 comments:

Post a Comment

kalo comen yang baik baik saja

 
Support : Creating Website | KompasNia | Wawan Se
Copyright © 2011-2016. BACAAN UNIK All Rights Reserved